Jasa Setting Mikrotik – Rabu (27/6/2018) digelar Pemilihan Kepala Daerah  Pilkada 2018 serentak di 17 .Sebelum melakukan pemilihan, pastikan Anda telah terdaftar sebagai calon pemilih.

Untuk mengetahuinya, Anda bisa mengeceknya di situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU), berikut langkah yang bisa Anda lakukan :

  • Pertama, buka laman resmi KPU www.kpu.go.id.
  • Pada halaman pertama web ini, Anda akan disuguhkan dengan tampilan jadwal Tahapan Pilkada, mulai dari Tahapan Persiapan dan Tahapan Penyelenggaraan.
  • Kemudian klik ‘Portal Publikasi Pilkada dan Pemilu‘ pada bagian kiri atas.
  • Lalu klik ‘Jenis Pemilihan’ di bagian atas. Di situ akan muncul berbagai jenis pemilihan, klik ‘PILKADA 2018‘.
  • Selanjutnya klik menu ‘Pemilih’ pada bagian kanan atas.
  • Pilih menu ‘Daftar Pemilih Tetap‘ atau ‘Daftar Pemilih Sementara‘ sesuai informasi yang dibutuhkan.

Laman ini akan menampilkan seluruh Daftar Pemilih Pilkada 2018 di 31 provinsi. Anda bisa mengeceknya secara manual dengan mengeklik daftar provinsi dan kota tempat tinggal Anda.,mamun cara tersebut akan memakan waktu lama karena Anda harus mengeceknya satu per satu.

CARA CEPAT PENCARIAN CALON PEMILIH

Ada cara yang lebih cepat yakni, masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dalam kolom yang tertera di kanan atas, kemudian klik ‘Cari’.. Setelah Anda memasukkan NIK, maka akan terlihat apakah Anda sudah terdaftar sebagai pemilih ataukah belum. Jika belum terdaftar, segeralah datang ke kantor KPU kabupaten/kota atau sekretariat PPS di kantor kelurahan/desa sesuai alamat yang tertera di KTP atau serat keterangan. Atau, bisa juga datang ke TPS sesuai dengan undangan yang didapatkan.

Undangan diberikan paling lambat H-3 pemungutan suara. Anda bisa tetap menyalurkan suara dengan datang ke TPS tersebut di atas pukul 12.00 WIB dengan membawa serta KTP dan surat undangan.


Jasa Setting Mikrotik – Kali ini kami akan membahas seputar kapasitas aki yang cocok untuk Inverter DC ke AC dan UPS. Batere / aki yang cocok dipakai untuk UPS atau inverter akan bergantung pada arus yang ditarik dari batere
jika sebagian besar alat adalah ber daya besar ( misal komputer,TV, pompa listrik,setrika,dll ), maka lebih baik batere / aki yang kita pakai adalah berjenis “starter battery” ( biasa digunakan pada motor / mobil ).

Battery ini didesain untuk memberikan arus tinggi selama max 10 jam ( itulah sebabnya pada aki ditulis 10 HR ),
jika inverter dipakai untuk mencas hp, laptop … alias yang berdaya 10-30 watt lebih baik memakai starter battery
dengan asumsi… kita mencas hp, laptop tidak lebih dari 10 jam. Namun jika kita memakai lampu led, alarm, outdoor wifi ( alat-alat yang kita pakai hanya berdaya kurang dari 10 watt ), lebih cocoknya memang tipe baterai deep cycle
yang didesain untuk mengalirkan listrik 20 jam non stop ( pada baterai ada tulisan 20 HR atau 20 Hour ).

.Perbedaan kedua jenis batere ini ada pada plat / cell batere / aki pada batere 10 hr atau starter battery… plat / cell lebih tipis dari deep cycle mampu mengeluarkan arus lebih besar ( bigger cranking amp ) sehingga cocok untuk mengangkat “beban berat”, namun kebanyakan UPS yang ada pada umumnya malahan memakai deepcycle battery alias 20 hr battery, ya … akibatnya UPS hanya mampu dipakai 10 menit saja karena tegangan aki akan cepat drop jika ditarik arus yang besar ( UPS 600VA biasanya memakai baterai berkapasitas 4,5 – 7AH dengan tipe deep cycle atau 20 hr.

Sehingga semestinya baterai ini hanya cocok ditarik 225 mA sampai 350 mA saja, namun pada UPS yang mensupply listrik untuk komputer misal 350 watt. Itu artinya baterai dipaksa untuk mengalirkan 10-30 ampere
dan memang batere dengan kapasitas 4,5 AH artinya 4,5 ampere x 1jam… atau 18 Ampere x 15 menit atau mampu disedot 30 Ampere selama 9 menit ( itulah sebabnya UPS 600VA rata-rata hanya mampu dipakai 10 menit )

Sedangkan apabila menggunakan 7 AH setara 7 Ampere x 1 jam atau 30 Ampere … selama 14 menit. Satu hal lagi mengenai charging baterai pada starter battery kita dapat men cas baterai kurang dari 10 jam ( pada mobil atau motor malahan arus charging sangat besar sehingga batere mampu terisi penuh kembali hanya dalam tempo 10-15 menit )

Sedangkan baterai deep cycle… dicas 10-20 jam ( deep cycle battery di cas dengan arus lebih kecil karena plat battery lebih tebal ) itu artinya jika kita memakai solar cell… ataupun wind turbine yang rata-rata bekerja maksimum selama 5 jam. Maka lebih cocok memakai starter battery ( karena starter battery mampu menerima arus charging lebih besar ), sedangkan jika memakai deep cycle… arus charging yang lebih besar malahan akan cepat merusak battery

Namun jika battery yang kita miliki berdaya besar misal 100 AH kita memakai hanya dibawah 3 ampere ( dibawah 35 watt ) dan charging dilakukan tidak sering / tidak maksimal ( solar cell / wind turbine 100 watt dalam melakukan charging ke baterai 100 AH , tentunya tidak akan maksimal mencas aki seluruh kapasitas batere ) maka bisa dipakai deep cycle battery

1 2 3 7