Jasa Setting Mikrotik – Untuk kedua kalinya kami akan memberikan tips dan trik jitu cara mengatasi virus ransomeware petya terinfeksi pada jaringan komputer anda. Serangan Ransomware Petya yang terjadi sejak Selasa, (27/6), telah melumpuhkan banyak jaringan komputer di seluruh dunia, khususnya Eropa. Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dan ID-SIRTII (Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure), meminta warga untuk waspada terhadap ancamannya. Kemkominfo telah mengeluarkan sejumlah langkah teknis menghindari ransomware Petya yang bisa diikuti oleh masyarakat Indonesia dan tim IT di perusahaan atau lembaga pemerintah, sebelum mengaktifkan komputer di kantor setelah masa libur Lebaran usai.

Virus ini ternyata lebih parah dan cepat penyebarannya dibandingkan dengan Virus WannaCry yang menyebar pada bulan Mei 2017 kemarin, yang tingkat penyebarannya mencapai lebih dari 200 ribu di Eropa Tengah dan Asia Selatan.

Sementara itu, arahan teknis yang lebih mendalam soal langkah yang harus dilakukan warga atau tim IT perusahaan swasta/pemerintahan agar terhindar dari serangan Petya. Berikut arahannya :
Jika komputer diketahui terinfeksi dan dalam keadaan menyala:
Komputer yang telah terinfeksi Petya akan muncul peringatan seperti berikut saat komputer dinyalakan:
DO NOT TURN OFF YOUR PC! IF YOU ABORT THIS PROCESS,YOU COULD DESTROY ALL OF YOUR DATA! PLEASE ENSURE THAT YOUR POWER CABLE IS PLUGGED IN!
Jika muncul pesan seperti ini, ID-SIRTII meminta agar segera mematikan komputer. Jika komputer kamu tetap dalam keadaan mati, maka data akan baik-baik saja.
Arahan antisipasi jika komputer masih dalam keadaan mati:
  1. Putuskan koneksi jaringan kabel LAN atau matikan koneksi WiFi (untuk sementara sampai seluruh langkah mitigasi selesai dilakukan dan telah dipastikan sistem operasi komputer telah terupdate dan data penting telah diselamatkan/backup)
  2. Lakukan backup semua data yang ada di PC/client/host maupun di server khususnya file sharing. Untuk keamanan, walaupun servernya menggunakan Linux, MacOS dll. Disarankan untuk membackup filenya juga ke external drive kemudian cabut external drive tersebut dan amankan di tempat lain. Apabila terhubung ke online cloud storage yang tersinkronisasi, maka putuskan hubungan untuk sementara sampai semuanya aman
  3. Download Tools dan Security Patch secara manual dari komputer lain yang dipastikan aman
  4. Install Tools dan Security Patch yang sudah di-download tersebut ke komputer target (korban)
  5. Lakukan Full Scan PC / Laptop menggunakan Anti Virus dengan fitur Total Security dengan catatan AV tersebut sudah menggunakan update terbaru
  6. Non-aktifkan Macro service pada MS.Office dan SMB Service pada PC/client/host maupun di server, aktifkan Firewall dan block Port 139, 445, 3389 untuk sementara sampai seluruh proses mitigasi, backup dan update patch tuntas dilaksanakan dan tidak ada masalah lain:

Baca juga : Cara Mencegah Virus Ransomeware Petya di Mikrotik

– Cara untuk menonaktifkan macro service: https://support.office.com/en-us/article/Enable-or-disable-macros-in-Office-documents-7b4fdd2e-174f-47e2-9611-9efe4f860b12

– Cara untuk menonaktifkan SMB service https://support.microsoft.com/en-us/help/2696547/how-to-enable-and-disable-smbv1,-smbv2,-and-smbv3-in-windows-vista,-windows-server-2008,-windows-7,-windows-server-2008-r2,-windows-8,-and-windows-server-2012

– Cara untuk menonaktifkan WMIC (Windows Management Instrumentation Command-line) https://msdn.microsoft.com/en-us/library/aa826517(v=vs.85).aspx

Kemkominfo bersama ID-SIRTII sampai saat ini mengaku terus memantau dan memitigasi pergerakan dari penyebaran virus Petya di Indonesia.

source : www.kumparan.com


Jasa Setting Mikrotik – Pada masa sekarang tentu kita tidak asing dengan istilah RT/RW Net. Hal ini merupakan bisnis yang cukup diminati untuk memeberikan layanan akses internet kepada masyarakat. Dengan biaya yang cukup terjangkau masyarakat bisa mendapatkan akses internet dengan koneksi yang stabil dan bandwith yang besar dibanding harus menggunakan modem yang memakai sistem quota.

Sejarah singkat RT/RW-net

Istilah RT/RW-net pertama kali digunakan sekitar tahun 1996-an oleh para mahasiswa di Universitas Muhammadyah Malang (UMM), seperti Nasar, Muji yang menyambungkan kos-kos-an mereka ke kampus UMM yang tersambung ke jaringan AI3 Indonesia melalui GlobalNet di Malang dengan gateway Internet di ITB. Sambungan antara RT/RW-net di kos-kosan ke UMM dilakukan menggunakan walkie talkie di VHF band 2 meter pada kecepatan 1200bps. Kemudian para mahasiswa Malang ini menamakan jaringan mereka sebagai RT/RW-net karena memang di sambungkan ke beberapa rumah di sekitar kos-kosan mereka.

Pemilihan Produk

Sebelum melakukan pemilihan spesifikasi produk yang dibutuhkan dan sesuai, terlebih dahulu kita harus menyesuaikan dengan total bandwitdh yang akan didistribusikan dan berapa jumlah klien. Sebagai gambaran untuk kebutuhan RT/RW NET secara umum adalah sebagai berikut:

Pertama, untuk main router dan bandwidth management, Kita bisa menggunakan Mikrotik Routerboard RB1100AHX2. Untuk kebutuhan handle bandwidth diatas 1Gb kita bisa menggunakan MikroBits series atau CCR Series. Untuk yang sederhana Anda bisa memulai dengan menggunakan RB450G

Kedua, jika kita ingin menyalurkan bandwidth yang kita miliki menggunakan wireless, bisa menggunakan perangkat WORB,  sebagai access point, yang mana produk tersebut memiliki lebih dari 1 interface ethernet dan WLAN. Untuk Antenna pada sisi pemancar bisa menggunakan tipe omni outdoor, sectoral, flat panel, yang mana harus juga dipertimbangkan jumlah dan jenis antenna, yang disesuaikan dengan luas cakupan layanan yang diinginkan, frekuensi yang digunakan, dan juga arah bukaan antenna yang dibutuhkan, metode yang akan digunakan PTP (point to point) atau PTMP (point to multipoint). Dalam hal ini, antenna sectoral lebih direkomendasikan dimana jenis antenna ini biasanya memiliki tilt untuk menentukan arah pancaran antenna.

Ketiga, untuk perangkat di sisi client dengan jarak kurang dari 2KM, bisa menggunakan SXT Series atau Groove Series. Produk SXT Series tidak memerlukan tambahan antena karena produk ini merupakan produk Embedded yang sudah include antenna didalamnya. Pada produk ini terdapat dua pilihan dengan jenis frequensi yang berbeda yaitu 2.4Ghz dan 5 Ghz.

Kemudian untuk produk Groove, pada saat pembelian sudah include antenna. Namun perlu diketahui antenna tersebut merupakan antenna jenis Omni yang digunakan pada indoor. Kita bisa menggunakan patch panel atau antenna grid sesuai dengan frekuensi yang digunakan.

Keempat, untuk perangkat di sisi client, dengan jarak +- 5KM, dianjurkan minimal menggunakan WO411. Kemudian untuk antennanya kita bisa menggunakan patch panel atau antenna grid sesuai dengan frekuensi yang kita gunakan.

Jika client akan langsung terkoneksi menggunakan laptop/gadget, perlu diketahui laptop/gadget memiliki tx-power yang kecil, sinyal yang diterima oleh laptop bisa saja besar, akan tetapi tetapi Laptop/gadget tidak memiliki power yang cukup untuk mengirim data ke AP sehingga koneksi tidak optimal. Hal ini dikarenakan komunikasi wireless adalah komunikasi dua arah.

Dengan kondisi  AP dan laptop/gadget terhubung LOS secara visual (tidak terhalang sesuatu/pohon/dinding dsb) kemungkinan pada jarak -+ 50 sampai 100M masih bisa.

Saran pemilihan perangkat di atas berdasarkan kondisi ideal, termasuk dan tidak terbatas pada line of sight, fresnel zone yang memadai, tidak ada inteferensi, dan pemasangan perangkat yang sesuai standart.

Untuk lebih lengkap seputar Membangun Bisnis Hotspot RTRWNET serta Paket Alat Lengkap Hotspot RTRWNET plus garansi dan pemesangan, mulai harga Rp.12,5juta – Rp.15 juta siap pasang lokasi Makassar dan pengiriman ke seluruh Indonesia, silahkan menghubungi kami di +62 8124 298 9993