Jasa Setting Mikrotik – Mulai 2016 peran penting akses internet di Indonesia menjadi terasa amat penting keberadaannya. Apalagi didukung oleh kemudahan untuk memiliki gadget berupa HP berbasis Android sehingga setidaknya sedikit menunjang system komunikasi antar penduduk. Namun ternyata ….tidak semua wilayah di Indonesia yang dapat dengan “nyaman” menikmati surga dunia maya itu, yang disebabkan oleh kendala topografi wilayah ( pengunungan, lembah, perbukitan, pelosok dan lain-lain ) serta keterbatasan jaringan internet oleh operator seluler ( 2G/3G) yang tentunya akan berdampak pada tingkat kecepatan akses internet yang diperoleh serta kualitas aksesnya yang mungkin tidak stabil, termasuk kendala lain adalah mahalnya kuota internet yang disediakan oleh beberapa operator seluler di Indonesia.

Yang dimaksud dengan kategori “mahal” dalam hal ini, jika diukur dengan tingkat penghasilan rata-rata orang dipedesaan. Apalagi keterbatasan penjualan kuota internet oleh counter pulsa yang berada di pelosok desa, Dan mungkin masih banyak faktor lain yang menjadi kendala, jika kami harus menguraikan secara mendetail.

Ada juga jenis perangkat Internet yang sering kita jumpai dipelosok desa yang bentuknya seperti piringan parabola yang lebih dikenal dengan nama VSAT. Lalu …mengapa VSAT banyak yang bermasalah dan macet di pelosok desa sana ?

Jawabannya adalah : Karena VSAT menggunakan system internet kuota ( rata-rata) dan kecepatannya pun sangat terbatas ( 1-2 Mbps ),harga sewa Bandwidthnya untuk per bulan tidak murah, sehingga mungkin hanya terkoneksi untuk 1-2 PC Komputer saja dengan kecepatan akses yang mungkin “alakadarnya” ?! Selain itu Tehnologi VSAT oleh suatu ISP sifatnya “private/rahasia” sehingga susah dipelajari untuk diterapkan pada pegawai IT yang ada di desa, minimal untuk mengantisipasi permasalahan terputusnya koneksi internet sewaktu-waktu. Akhirnya kondisi VSAT saat macet yang lebih banyak dipengaruhi oleh cuaca dan daya tahan perangkat, menyebabkan banyak VSAT tinggal seperti “besi tua” saja terpajang di depan Kantor Desa atau Kantor Kecamatan, bukan ???

Lalu .. mengapa judul artikel Membangun Akses Internet dengan Dana Desa 2018, kami angkat sebagai pembuka cakrawala berfikir saudara-saudara kita yang mungkin saat ini bingung untuk Cara Membuat Akses Internet di Pelosok Desa, apalagi pendanaan dan system pengolahannya bisa melalui Bundesmisalnya..

Untuk Membangun Akses Internet di Desa haruslah Efektif dan Pasti Bisa untuk hasil akhirnya, karena Dana Desa bukanlah dana sedikit, bahkan nilainya bisa sampai milyaran, sehingga menurut hemat kami… amatlah disayangkan jika dana sebesar itu tidak manfaatkan untuk suatu pembangunan yang sifatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dan menjadi faktor penunjang untuk meningkatan perekonomian di desa tersebut. Karena rata-rata Dana Desa hanya dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, drainase, kantor pemerintah desa, penerangan saja… yang mungkin dari tahun ketahun judul pendanaannya itu itu terus …hahahaha…:-)

Selanjutnya, silahkan saudara2ku membaca Bagian Ke-2 ( Membangun Akses Internet dengan Dana Desa 2018 – Bag.2 ) artikel ini agar lebih sampai maksud, tujuan serta kriteria apa yang harus dipenuhi untuk Membangun Akses Internet dengan Dana Desa yang dijamin efektif dan pasti bermanfaat untuk peningkatan income perkapita penduduk desa….


Jasa Setting Mikrotik – Kali ini kami akan membahas seputar kapasitas aki yang cocok untuk Inverter DC ke AC dan UPS. Batere / aki yang cocok dipakai untuk UPS atau inverter akan bergantung pada arus yang ditarik dari batere
jika sebagian besar alat adalah ber daya besar ( misal komputer,TV, pompa listrik,setrika,dll ), maka lebih baik batere / aki yang kita pakai adalah berjenis “starter battery” ( biasa digunakan pada motor / mobil ).

Battery ini didesain untuk memberikan arus tinggi selama max 10 jam ( itulah sebabnya pada aki ditulis 10 HR ),
jika inverter dipakai untuk mencas hp, laptop … alias yang berdaya 10-30 watt lebih baik memakai starter battery
dengan asumsi… kita mencas hp, laptop tidak lebih dari 10 jam. Namun jika kita memakai lampu led, alarm, outdoor wifi ( alat-alat yang kita pakai hanya berdaya kurang dari 10 watt ), lebih cocoknya memang tipe baterai deep cycle
yang didesain untuk mengalirkan listrik 20 jam non stop ( pada baterai ada tulisan 20 HR atau 20 Hour ).

.Perbedaan kedua jenis batere ini ada pada plat / cell batere / aki pada batere 10 hr atau starter battery… plat / cell lebih tipis dari deep cycle mampu mengeluarkan arus lebih besar ( bigger cranking amp ) sehingga cocok untuk mengangkat “beban berat”, namun kebanyakan UPS yang ada pada umumnya malahan memakai deepcycle battery alias 20 hr battery, ya … akibatnya UPS hanya mampu dipakai 10 menit saja karena tegangan aki akan cepat drop jika ditarik arus yang besar ( UPS 600VA biasanya memakai baterai berkapasitas 4,5 – 7AH dengan tipe deep cycle atau 20 hr.

Sehingga semestinya baterai ini hanya cocok ditarik 225 mA sampai 350 mA saja, namun pada UPS yang mensupply listrik untuk komputer misal 350 watt. Itu artinya baterai dipaksa untuk mengalirkan 10-30 ampere
dan memang batere dengan kapasitas 4,5 AH artinya 4,5 ampere x 1jam… atau 18 Ampere x 15 menit atau mampu disedot 30 Ampere selama 9 menit ( itulah sebabnya UPS 600VA rata-rata hanya mampu dipakai 10 menit )

Sedangkan apabila menggunakan 7 AH setara 7 Ampere x 1 jam atau 30 Ampere … selama 14 menit. Satu hal lagi mengenai charging baterai pada starter battery kita dapat men cas baterai kurang dari 10 jam ( pada mobil atau motor malahan arus charging sangat besar sehingga batere mampu terisi penuh kembali hanya dalam tempo 10-15 menit )

Sedangkan baterai deep cycle… dicas 10-20 jam ( deep cycle battery di cas dengan arus lebih kecil karena plat battery lebih tebal ) itu artinya jika kita memakai solar cell… ataupun wind turbine yang rata-rata bekerja maksimum selama 5 jam. Maka lebih cocok memakai starter battery ( karena starter battery mampu menerima arus charging lebih besar ), sedangkan jika memakai deep cycle… arus charging yang lebih besar malahan akan cepat merusak battery

Namun jika battery yang kita miliki berdaya besar misal 100 AH kita memakai hanya dibawah 3 ampere ( dibawah 35 watt ) dan charging dilakukan tidak sering / tidak maksimal ( solar cell / wind turbine 100 watt dalam melakukan charging ke baterai 100 AH , tentunya tidak akan maksimal mencas aki seluruh kapasitas batere ) maka bisa dipakai deep cycle battery

1 2 3 5