Memblokir/Membatasi koneksi Internet Download Manager (IDM) di Mikrotik dapat dilakukan menggunakan Layer7 protocol. Jika seorang user melakukan download menggunakan IDM, maka ia dapat menggunakan 16 koneksi sekaligus untuk mendownload file. Hal ini tentunya akan menguras bandwidth yang sudah dialokasikan, sehingga user lain yang tidak download akan terganggu karena koneksi yang lemot.
Nah, untuk mengatasi hal itu, kita dapat membatasi koneksi Internet Download Manager (IDM) menggunakan Layer7 Mikrotik. Caranya dengan menggabungkan fitur Layer7 protocol dengan Firewall filter Mikrotik. Silakan simak caranya berikut ini :
[sociallocker]
1. Sebelum mulai, kita coba mendownload sebuah file menggunakan IDM dengan 16 koneksi.
2. Selanjutnya, Buka Winbox, masuk ke menu IP –> Firewall –> Tab Layer7. Tambahkan rule baru.
Silakan masukkan setingan seperti berikut ini :
Name : Limit IDM
Regexp :

get /.*(user-agent: mozilla/4.0|range: bytes=)

3. Masuk ke tab Filter. Tambah rule baru.
=> Pada tab General :
– Chain : Forward
– Protocol : TCP
=> Pada tab Advanced :
– Layer7 Pilih nama Layer7 yang sebelumnya dibuat.
=> Pada tab Extra :
– Limit : 2 (berapa koneksi yang mau dibuka)
– Netmask : 32
=> Pada tab Action :
– Action : drop
4. Setelah setingan dibuat dan dijalankan pada Mikrotik, silakan coba download lagi.
5. Hasilnya, koneksi yang digunakan oleh IDM akan berkurang menjadi 2 koneksi saja.
[/sociallocker]
Oke sekian dulu tutorial mikrotik Indonesia tentang Cara Memblokir/Membatasi Koneksi IDM di Mikrotik.
Selamat mencoba 🙂

Simple queue bisa dikatakan sebuah solusi paling mudah dalam melakukan bandwidth management, sebagai admin jaringan kita hanya perlu isikan target address dengan ip komputer client kemudian kita tentukan bandwith yang dialokasikan untuk user tersebut. Permasalahan muncul jika ternyata user yang kita handle merupakan user dengan jumlah yang cukup banyak. Belum lagi jika user tersebut sifatnya dynamic. Mereka bisa konek ataupun disconnect  sesuai kemauan mereka. Akan sangat repot jika kita harus membuat simple queue satu per satu. Salah satu fitur mikrotik yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalah ini adalah dengan PCQ,

PCQ merupakan salah satu cara melakukan manajemen bandwidth yang cukup mudah dimana PCQ bekerja dengan sebuah algoritma yang akan membagi bandwidth secara merata ke sejumlah client yang aktif. PCQ ideal diterapkan apabila dalam pengaturan bandwidth kita kesulitan dalam penentuan bandwidth per client.

Misalnya, sebelumnya kita bisa melakukan bandwidth management dengan system HTB dimana jumlah client sedikit, maka masih mudah bagi admin jaringan dalam menentukan parameter limit-at. Tetapi bagaimana jika bandiwdth 1 Mbps namun ingin dibagi rata ke 200-an client. Jika menggunakan model HTB, akan sulit untuk menentukan limit-at . Dengan kondisi seperti ini, akan lebih mudah jika kita serahkan perhitungan management bandwidth ke router, agar Router yang akan membagi bandwidth secara otomatis ke client.

[sociallocker]

Cara kerja PCQ adalah dengan menambahkan sub-queue, berdasar classifier tertentu. Berikut gambaran cara kerja PCQ dengan parameter PCQ-Rate = 0.

PCQ rate adalah dasar perhitungan Router. Seberapa besar rate-limit yg akan diberikan ke user yg aktif.  Cara setting PCQ sebanarnya cukup mudah. Kita hanya perlu menambahkan Queue Type PCQ, kemudian tentukan nilai classifier dan nilai rate. Untuk management traffic download, centang opsi classifier dst.address. Dan untuk management traffic upload, centang opsi src.address.

Selanjutnya, implementasikan PCQ yang dibuat sebelumnya. Misal dikombinasikan dengan Simple Queue.

Sayangnya, karena semua urusan pembagian bandwidth sama rata dilakukan Router secara otomatis, kita tidak bisa menerapkan Priority ke user tertentu pada saat menggunakan PCQ.

[/sociallocker]

Monitoring PCQ dapat dilihat pada bagian statistic.

1 65 66 67