Jasa Setting Mikrotik – VSAT adalah singkatan dari Very Small Aperture Terminal. VSAT adalah sebuah antena berbentuk parabola kecil yang menggunakan satelit untuk jalur komunikasi. Kepanjangan VSAT itu sendiri sebenarnya merujuk kepada ukuran antena yang cenderung kecil, tapi tetap kuat untuk digunakan sebagai terminal telekomunikasi satelit. Besar diameter antena VSAT pada umumnya berkisar antara 0.6 – 2.4 meter. Tapi ada juga besar antena VSAT yang 3 – 6 meter.

VSAT adalah sistem komunikasi Wide Area Network atau WAN. Singkatnya WAN adalah sebuah jaringan yang memiliki jangkauan sangat luas, bisa mencakup negara atau benua.

Apa saja perangkat yang membentuk sebuah jaringan VSAT? Perangkat jaringan VSAT secara garis besar terdiri dari: Antena-antena VSAT rumahan yang tersebar di berbagai daerah, Antena HUB dan Satelite

Pada jaringan ini, VSAT dan HUB berperan sebagai stasiun bumi (Earth Stations), sedangkan satelit berperan sebagai stasiun angkasa (Space Station). Sampai disini, saya yakin pengertian VSAT anda sudah lebih baik.

HUB adalah antena yang berperan sebagai poros atau pusat jaringan telekomunikasi VSAT. HUB berfungsi sebagai penerima dan penerus sinyal dari ribuan VSAT lain, dan bentuknya sangat besar. Antena tersebut bisa berdiameter 4.5 meter sampai 13 meter, dan harganya juga sangat mahal.   HUB bukanlah alat yang digunakan oleh seorang user atau pelanggan internet satelit, melainkan alat yang dimiliki oleh operator jaringan.

Untuk pembahasan awal ini, kami coba menguraikan sedikit kelebihan Internet VSAT, antara lain : Jangkauannya luas ( karena mengarah kelangit), Instalasi VSAT cukup mudah karena seperti masang Parabola saja, dan lebih Efisien tempat, tapi BUKAN efisien biaya ..lho..yah !!

Kekurangan Internet VSAT, antara lain :

  • Biaya sewa Bandwidth yang sangat mahal, apalagi VSAT yang menggunakan C-Band. Dan jika provider VSAT Ku-Band maka tentunya sinyal yang diterima sangat rentan terhadap perubahan cuaca ( hujan, mendung, dll )
  • Biaya sewa Bandwidth nilainya akan berbanding lurus dengan dengan biaya sewanya kisaran 4 juta – 10 juta perbulan dengan besaran Bandwidth paling  banter 2 Mbps, kalaupun ada yang lebih besar Bandwidthnya, pasti menggunakan system Kuota. Hal ini sangat tidak cocok untuk usaha Hotspot didaerah pedesaan karena biaya operationalnya tidak akan menutupi untuk pembayaran biaya sewa internet ke provider VSAT.
  • Penerimaan Bandwidth disisi pelanggan pastinya tidak stabil, makanya provider VSAT selalu menggunakan istilah “besaran bandwidth up to”. Artinya jika anda sewa bandwidth 1 Mbps, belum tentu nilai tersebut dominal diperoleh, biasanya terjadi penurunan hingga 25-30%
  • Anda sebagai pelanggan sangat tergantung dengan tehnisi, karena perangkat VSAT yang terpasang pasti tidak anda paham prinsip kerja serta jenis alatnya, bukan?
  • Internet VSAT dengan bandwidth download sekitar 2 Mbps, maksimal hanya bisa terkoneksi untuk 4-5 orang saja, itupun kalau bandwidth anda memang mentok terus pada 2 Mbps.
  • Internet VSAT cocok buat instansi Pemerintahan atau Swasta yang punya dana besar untuk membayar sewa bandwidth yang mahal itu, namun untuk perorangan, sebaiknya anda pikirkan baik-baik soal biaya operational bulanan dan kebutuhan anda.

Jika memang anda ingin lebih efisien biaya operational bulanan internet dan digunakan untuk Bisnis Hotspot Warkop dan RTRWNET dipedesaan, sebaiknya anda menggunakan system Internet Point To Point (PTP ) saja. Untuk informasi dan harga pembuatan jaringan internet desa jenis PTP ini, silahkan anda menghubungi kami di +62 8124-298-9993


Jasa Setting Mikrotik – Untuk kedua kalinya kami akan memberikan tips dan trik jitu cara mengatasi virus ransomeware petya terinfeksi pada jaringan komputer anda. Serangan Ransomware Petya yang terjadi sejak Selasa, (27/6), telah melumpuhkan banyak jaringan komputer di seluruh dunia, khususnya Eropa. Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dan ID-SIRTII (Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure), meminta warga untuk waspada terhadap ancamannya. Kemkominfo telah mengeluarkan sejumlah langkah teknis menghindari ransomware Petya yang bisa diikuti oleh masyarakat Indonesia dan tim IT di perusahaan atau lembaga pemerintah, sebelum mengaktifkan komputer di kantor setelah masa libur Lebaran usai.

Virus ini ternyata lebih parah dan cepat penyebarannya dibandingkan dengan Virus WannaCry yang menyebar pada bulan Mei 2017 kemarin, yang tingkat penyebarannya mencapai lebih dari 200 ribu di Eropa Tengah dan Asia Selatan.

Sementara itu, arahan teknis yang lebih mendalam soal langkah yang harus dilakukan warga atau tim IT perusahaan swasta/pemerintahan agar terhindar dari serangan Petya. Berikut arahannya :
Jika komputer diketahui terinfeksi dan dalam keadaan menyala:
Komputer yang telah terinfeksi Petya akan muncul peringatan seperti berikut saat komputer dinyalakan:
DO NOT TURN OFF YOUR PC! IF YOU ABORT THIS PROCESS,YOU COULD DESTROY ALL OF YOUR DATA! PLEASE ENSURE THAT YOUR POWER CABLE IS PLUGGED IN!
Jika muncul pesan seperti ini, ID-SIRTII meminta agar segera mematikan komputer. Jika komputer kamu tetap dalam keadaan mati, maka data akan baik-baik saja.
Arahan antisipasi jika komputer masih dalam keadaan mati:
  1. Putuskan koneksi jaringan kabel LAN atau matikan koneksi WiFi (untuk sementara sampai seluruh langkah mitigasi selesai dilakukan dan telah dipastikan sistem operasi komputer telah terupdate dan data penting telah diselamatkan/backup)
  2. Lakukan backup semua data yang ada di PC/client/host maupun di server khususnya file sharing. Untuk keamanan, walaupun servernya menggunakan Linux, MacOS dll. Disarankan untuk membackup filenya juga ke external drive kemudian cabut external drive tersebut dan amankan di tempat lain. Apabila terhubung ke online cloud storage yang tersinkronisasi, maka putuskan hubungan untuk sementara sampai semuanya aman
  3. Download Tools dan Security Patch secara manual dari komputer lain yang dipastikan aman
  4. Install Tools dan Security Patch yang sudah di-download tersebut ke komputer target (korban)
  5. Lakukan Full Scan PC / Laptop menggunakan Anti Virus dengan fitur Total Security dengan catatan AV tersebut sudah menggunakan update terbaru
  6. Non-aktifkan Macro service pada MS.Office dan SMB Service pada PC/client/host maupun di server, aktifkan Firewall dan block Port 139, 445, 3389 untuk sementara sampai seluruh proses mitigasi, backup dan update patch tuntas dilaksanakan dan tidak ada masalah lain:

Baca juga : Cara Mencegah Virus Ransomeware Petya di Mikrotik

– Cara untuk menonaktifkan macro service: https://support.office.com/en-us/article/Enable-or-disable-macros-in-Office-documents-7b4fdd2e-174f-47e2-9611-9efe4f860b12

– Cara untuk menonaktifkan SMB service https://support.microsoft.com/en-us/help/2696547/how-to-enable-and-disable-smbv1,-smbv2,-and-smbv3-in-windows-vista,-windows-server-2008,-windows-7,-windows-server-2008-r2,-windows-8,-and-windows-server-2012

– Cara untuk menonaktifkan WMIC (Windows Management Instrumentation Command-line) https://msdn.microsoft.com/en-us/library/aa826517(v=vs.85).aspx

Kemkominfo bersama ID-SIRTII sampai saat ini mengaku terus memantau dan memitigasi pergerakan dari penyebaran virus Petya di Indonesia.

source : www.kumparan.com

1 2 3 59